Pages

Showing posts with label alkohol. Show all posts
Showing posts with label alkohol. Show all posts

Friday, April 19, 2013

Mempertimbangkan Halal dan Haram

Sejak kembali dari Pantai Gading saya menjadi lebih perhatian terhadap makanan dan minuman halal. Karena terbiasa hidup di negara yang mayoritasnya muslim, sebelumnya saya kurang begitu perhatian akan urusan halal haram, terutama makanan. Saya menjadi lebih khawatir setelah mebaca hadith yang berbunyi:
Rasulullah SAW bersabda, “Ketika sebutir zat haram masuk ke perut seseorang dan menjadi bagian tubuhnya, malaikat yang ada di langit dan di bumi mengutuknya.”
Referensi: Greater Sins, vol 1, chapter 27/Safinat’ul-Bihar
Rasulullah berkata kepada Sa’d, “Bila sebutir haram masuk ke perut seorang hamba, salatnya tidak akan diterima selama 40 hari.” [Tabrani]
Tadinya saya pikir asal makanan yang dijual oleh muslim berarti halal karena pasti ia baca basmallah (dalam hal penyembelihan), ternyata sekarang ini banyak muslim kurang peduli akan hal itu asalkan binatang yang dijual bukan babi/anjing berarti halal. Ditambah lagi isu-isu tentang produk-produk yang mengandung minyak babi padahal sudah ada label MUI. Fatwa-fatwa MUI yang dikeluarkan baru-baru ini membuat masyarakat kurang percaya (misalnya fatwa kehalalan bekicot dan kepiting).
Saya jadi ingat waktu SMA kami melakukan kunjungan ke pabrik minuman bersoda, ada teman bertanya apakah produknya halal karena tidak mencantumkan label halal, juru bicara perusahaan tersebut mengatakan alasan produknya tidak berlabel halal karena membeli label halal mahal dan ia meyakinkan bahwa produknya halal. Setelah beberapa lama, produk minuman bersoda ini mencantumkan label halal. Sayangnya, baru-baru ini ada informasi yang mengatakan bahwa produk tersebut mengandung alkohol. Lantas bagaimana dengan label halalnya? Tanyakan pada yang memberi label.
Mempertimbangkan hal tersebut akhirnya bila saya ragu akan kehalalan makanan, saya bertanya tentang bahan-bahannya ataupun kehalalannya (tidak berarti produk yang tidak berlabel halal adalah haram).
Sekarang kita beralih ke kosmetik dan produk perawatan tubuh. Tentu kita tahu banyak kosmetik yang tidak berlabel halal, untuk itu ada baiknya kita memperhatikan komposisi produk tersebut. Misalnya sabun, sabun terbuat dari lemak. Bila kamu seorang analis kimia, kamu bisa meriset apakah sabun yang kamu pakai mengandung lemak hewani/atau minyak nabati. Bila ia mengandung lemak babi sudah tentu haram, bila mengandung lemak hewani yang pada dasarnya halal seperti kambing atau sapi kamu harus tahu bagaimana binatang tersebut disembelih; jika tidak tahu maka sebaiknya tidak digunakan. Ini juga berlaku pada pelembab, body lotion, dan produk-produk yang menggunakan lemak/minyak. Memang untuk produk-produk seperti ini paling baik menggunakan minyak nabati. Namun bila kamu masih ragu, pilihlah yang berlabel halal.
Bagaimana dengan face toner dan parfum yang menggunakan alkohol? Pertama, kita harus tahu jenis-jenis alkohol.
1.       Isopropyl alkohol. Isopropyl alkohol disebut juga isopropanol atau 2-propanol. Alkohol jenis ini umumnya digunakan dalam dunia medis sebagai desinfektan. Isopropanol dibuat dengan mencampurkan air dengan propylene. Tingkat penguapan jenis alkohol ini tinggi, oleh karenanya sering digunakan untuk membersihkan barang-barang elektronik, isopropanol juga digunakan dalam industri kosmetik, termasuk lotion.
2.       Metil alkohol. Metil alkohol disebut juga metanol. Metanol terutama digunakan dalam industri pelarut. Orang-orang juga membuat bahan kimia lain dari metanol. Ini karena hasil samping dari turunan metanol adalah formaldehid, yang digunakan untuk membuat produk dari plastik hingga eksplosif. Metanol juga bekerja sebagai bahan bakar mesin untuk pembakaran internal dan menjaga bahan bakar dari pembekuan.
3.       Etil alkohol. Etil alkohol kadang disebut alkohol gandum, jenis alkohol yang dikonsumsi sebagai minuman. Orang biasanya menggunakan etil alkohol dalam konsentrasi pengeceran. Etil alkohol terkenal dengan kemampuannya mengubah mood dan perilaku. Normalnya hati mampu memfilter etil alkohol dari tubuh manusia, namun ia masih bersifat toksik ketika dikonsumsi lebih cepat dari kemampuan hati memetabolismekannya. Seperti metil alkohol, etil alkohol juga digunakan dalam industri pelarut dan adittif bahan bakar.
Dari jenis-jenis tersebut, etil alkohol haram digunakan/konsumsi karena ia dapat menembus ke aliran darah melalui kulit dan termasuk minuman keras.
Saya punya parfum, saya cek kandungannya di internet. Parfum saya menggunakan alkohol denat. Apa itu alkohol denat? Adalah alkohol terdenaturasi, yang biasa digunakan dalam spiritus/bunsen, dalam hal ini diperbolehkan untuk digunakan. Wallahualam
Artikel ini saya buat dengan tidak sempurna, mohon koreksi bila saya salah.
Sumber:

Wednesday, December 28, 2011

Mengapa Alkohol Memabukkan?

Apa itu mabuk? Istilah medis untuk mabuk adalah veisalgia. Mabuk telah dialamai orang-orang sepanjang sejarah. Injil bahkan menyebutkan rasa sakit yang dialami setelah minum-minum:
“Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi, mereka yang minum minuman keras” (Yesaya 05:11)
Gejala umum yang dialami pemabuk adalah:
   - Sakit kepala
      -  Diare
    -  Sensitive terhadap cahaya dan suara
      -  Sulit berkonsentrasi
      -  Meningkatnya detak jantung dan tekanan darah
      -  Dehidrasi
       - Sulit tidur
      - Lemas
     -  Gelisah
      - Hilang selera makan
     - Mual
     -  Letih
Gejala yang dialami masing-masing individu bervariasi, namun semakin banyak alcohol yang diminum semakin berat rasa mabuk yang dialami. Mabuk dapat diperparah dengan minum dalam perut kosong, kurang tidur, minum sambil melakukan aktivitas fisik (misalnya menari), dehidrasi sebelum minum, dan kurang sehat.
Saat seseorang mengkonsumsi alcohol, alkohol masuk ke aliran darah menyebabkan kelenjar di bawah otak memproduksi vasopressin (hormone antidiuretik). Tanpa zat kimia ini, ginjal akan mengirim air langsung ke kandung kemih ketimbang mereabsorbsi ke tubuh. Inilah sebabnya setelah minum alcohol orang akan bolak balik ke kamar mandi.
Menurut penelitian, minum 250 ml minuman beralkohol menyebabkan tubuh mengeluarkan 800 – 1000 ml air, 4x lebih banyak cairan yang hilang. Efek diuretic ini mengurangi kandungan alcohol dalam darah, tapi efek setelahnya mengakibatkan mabuk.
Pagi hari setelah anda minum alcohol, tubuh mengirim pesan untuk persediaan airnya –mulut menjadi kering. Sakit kepala akibat dari dehidrasi karena organ tubuh berusaha untuk memperbaiki kehilangan air dengan mencurinya dari otak, menyebabkan ukuran otak berkurang dan menarik membrane yang menghubungkan otak ke tengkorak, mengakibatkan rasa sakit.
Sering buang air kecil juga membuang natrium dan kalium yang dibutuhkan syaraf dan fungsi otot; ketika level natrium dan kalium terlalu rendah, sakit kepala, kelelahan dan mual dapat muncul. Alcohol juga memecah simpanan glikogen di hati, mengubahnya menjadi glukosa dan membuangnya melalui urin. Hal ini menyebabkan tubuh menjadi lemas, lelah dan kehilangan koordinasi di pagi harinya.
Jenis alcohol yang berbeda juga menghasilkan gejala mabuk yang berbeda. Ini karena beberapa jenis minuman beralkohol memiliki konsentrasi yang lebih tinggi melalui fermentasi alcohol.
Jumlah toxin yang tinggi ini ditemukan di anggur merah, bourbon, brandy, whisky, dan tequila. Anggur putih, rum, vodka dan gin memiliki konsentrasi yang lebih rendah sehingga tidak terlalu memabukkan.  Penambahan karbonasi dalam bir meningkatkan penyerapan alcohol. Membuat tubuh butuh waktu kurang dari normal untuk memproses toksin.
Hasil metabolsme alcohol lebih beracun daripada alcohol itu sendiri, asetaldehid terbentuk saat alcohol masuk ke hati dipecahkan oleh enzim yang disebut alcohol dehidrogenase. Asetaldehid dipecahkan oleh enzim asetaldehid dehidrogenase dan zat lain yang disebut glutathione yang mengandung cystein tinggi (zat yang tertarik pada asetaldehid). Bersama asetaldehid dehidrogenase dan glutathione terbentuk asetat nontoksik (zat yang mirip cuka). Proses ini berlangsung baik dan meninggalkan asetaldehid dalam jumlah kecil yang akan hancur jika minum beberapa gelas.
Sayangnya, glutathione yang tersimpan dalam hati cepat habis saat alcohol dalam jumlah besar masuk kedalam tubuh. Sehingga asetaldehid diproduksi agar hati membentuk  glutathione, meninggalkan toksin di tubuh dalam waktu yang lama. Asetaldehid dehidrogenase dapat diblok oleh obat yang disebut Antabuse, didisain untuk melawan alkoholisme, keracunan asetaldehid yang menyebabkan sakit kepala dan muntah membuat alkoholik cukup khawatir untuk minum gelas selanjutnya. Salah satu alasan mengapa wanita tidak boleh melawan pria untuk berkompetisi minum karena wanita memiliki jumlah asetaldehid dehidrogenase dan glutathione lebih sedikit, membuatnya jauh lebih mabuk karena butuh waktu lebih lama bagi tubuh untuk menghancurkan alcohol.
Setelah semalaman mengkonsumsi alcohol, peminum tidak akan tidur seperti normal karena tubuhnya mengikat efek depresan dari alcohol ke jaringan. Ketika seseorang minum, alcohol menghalangi glutamine, stimulant tubuh alami. Saat peminum berhenti minum, tubuh mencoba memperbaikinya dengan memproduksi glutamine lebih banyak dari yang dibutuhkan.
Peningkatan glutamine merangsang otak sementara peminum mencoba tidur, mencegah orang untuk tidur dan menyebabkan kelelahan. Pengikatan glutamine saat mabuk juga menyebabkan tremor, kegelisahan dan peningkatan tekanan darah.
Karena alcohol diserap langsung ke perut, sel organ menjadi teriritasi. Alcohol juga meningkatkan sekresi asam klorida dalam lambung, menyebabkan saraf mengirim pesan ke otak bahwa isi perut menyakiti tubuh dan harus dikeluarkan melalui muntah. Mekanisme ini dapat mengurangi gejala mabuk dalam jangka pendek karena muntah membuang alcohol di perut dan mengurangi jumlah racun di tubuh.
Perut yang teriritasi juga menjadi penyebab gejala mabuk yang tidak menyenangkan seperti diare dan hilang nafsu makan.